STOKIST NASA AG- 3046 Info Pemesanan Atau Daftar Member NASA Hubungi Rindra NASA Telf/ SMS / WA : 0823-3402-0868+62-855-7484-4543

PENGGEMUKAN SAPI TEKNOLOGI MODEREN

CARA AMPUH PENGGEMUKAN SAPI SECARA MODEREN


Kami adalah Distributor Resmi PT Natural Nusantara (NASA) dengan ID Member N-427271 atas nama BUDIANTO. Dan Pupuk Organik Nasa adalah sebagai produk best seller dari PT Natural Nusantara.

Keterangan : Kami Adalah Distributor resmi, Agen Resmi, Pusat Toko, Harga Grosir, Supplier. Kami siap melayani Pemesanan Pupuk Nasa dalam jumlah besar maupun kecil, serta Kami Melayani Tender Demo Plot (DEMPLOT) luas maksimal 1 – 2 ha untuk projek pemupukan kelapa sawit minmal lahan 1000 ha.

Kami juga melayani pendaftaran Distributor untuk yang berniat gabung dalam pemasaran Produk Organik Nasa.

Kami melayani pemesanan ke seluruh Indonesia dan mancanegara. Percayakan pembelian Pupuk Nasa kepada kami, dan kami menjamin produk yang anda pesan 100% sampai pada alamat pemesan/tujuan. Kami Sangat mengutamakan pelayanan, kredibilitas dan reputasi. Kepercayaan anda adalah kehormatan sekaligus amanat bagi kami.



1. Pendahuluan.
Usaha peternakan sapi potong mayoritas masih dengan pola tradisional dan skala usaha sambilan. Hal ini disebabkan oleh besarnya investasi jika dilakukan secara besar dan modern, dengan usaha kecilpun akan mendapatkan keuntungan yang baik jika dilakukan dengan prinsip budidaya modern. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, kualitas dan Kelestarian) membantu budidaya penggemukan sapi potong baik untuk skala usaha besar maupun kecil.
2. Penggemukan
Penggemukan sapi potong adalah pemeliharaan sapi dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan).
PENGGEMUKAN SAPI TEKNOLOGI MODEREN
    Beberapa hal yang berkaitan dengan usaha penggemukan sapi potong adalah:
==============================
1. Jenis-Jenis Sapi Potong.
   Beberapa jenis sapi yang  digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah:
  1. Sapi Bali >> Cirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belur). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.
  2. Sapi Ongole. >> Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir, dan  berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini disilangkan dengan sapi madura, keturunannya disebut peranakan Ongole  (PO) cirinya sama dengan sapi ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.
  3. Sapi Brahman >> Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.
  4. Sapi Madura. >> Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih  pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.
  5. Sapi Limousin. >> Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik.
2. Pemilihan Bakalan.
   Bakalan merupakan faktor yang penting, karena sangat menentukan hasil akhir  usaha penggemukan.Pemilihan bakalan memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman.Ciri-ciri bakalan yang baik adalah:
  • Berumur diatas 2,5tahun
  • Jenis kelamin jantan
  • Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm, lingkar dada 133cm.
  • Tubuh kurus, tulang menonjol,tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit).
  • Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus.
  • Kotoran normal
3.Tatalaksana Pemeliharaan .
   3.1. Perkandangan.
    Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 x 1,5m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.
PENGGEMUKAN SAPI TEKNOLOGI MODEREN
  3.2.Pakan
    Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva) secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah ampas bir, ampas tahu,ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap aktif mencerna hijauan. Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2,5% berat badannya. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi.Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar.Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan. Oleh karena itu PT. NATURAL NUSANTARA membantu peternak dengan mengeluarkan produk NATURAL PROBIOTIK (NPB) yang dapat membuat pakan berkualitas rendah menjadi mudah dicerna. NPB mengandung:
  • Bakteri sellulolitic strain dominant,yaitu bakteri dalam cairan rumen yang mampu memecah dinding sel dengan kadar lignin tinggi.
  • Multi enzim yang disintesa dari rumen
  • pengkelat bahan-bahan anti nutrisi.
Cara pemakaian NPB adalah sebagai berikut:
  • Campurkan 1kg NPB dalam 100 liter air.
  • Bahan pakan dirajang hingga berukuran 20-25cm untuk meningkatkan efektifitas proses fermentasi.
  • Tumbuk bahan pakan berlapis-lapis hingga tinggi maksimal 150cm
  • Siram tumpukan bahan pakan dengan air secara merata yang bertujuan untuk membasahi bahan pakan .
  • Siram tumpukan pakan dengan larutan NPB secara merata. Usahakan seluruh bahan pakan terkena siraman larutan NPB.
  • Tutup tumpukan pakan dengan plastik secara rapat. setelah 48 jam tumpukan akan menjadi panas yang menandakan proses fermentasi berlangsung baik.
  • Pada hari ke 7 di amati, jika proses fermentasi telah sempurna ( di tandai dangan bau caramel / bir dan bahan pakan telah lunak) proses fermentasi dapat di akhiri.
  • Jika proses belum sempurna , di perpanjang 15 hari.
  • sebelum di berkan kepada ternak bahan pakan di angin anginkan lebih dahulu untuk membuat pakan kering.
PENGGEMUKAN SAPI TEKNOLOGI MODEREN

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PENGGEMUKAN SAPI TEKNOLOGI MODEREN"

Posting Komentar