STOKIST NASA AG- 3046 Info Pemesanan Atau Daftar Member NASA Hubungi Rindra NASA Telf/ SMS / WA : 0823-3402-0868+62-855-7484-4543

MENANAM DAN MEMBUDIDAYAKAN MELON TEKNOLOGI NASA

Menanam Dan Membudidayakan Melon menunjukkan perkembangan bisnis yang cukup menjanjikan. Tetapi jika teknik dalam membudidayakannya kurang di perhatikan maka keuntungan juga akan menurun.

Di sini PT. NATURAL NUSANTARA (NASA) berusaha membantu meningkatkan produktifitas dalam pembudidayaan melon secara Kwalitas, Kwantitas dan Kelestarian ( Aspek K – 3)

Sebelum Kita membahas panjang mengenai Pembudidayaan Melon alangkah baiknya saya perkenalkan diri. Kami adalah Distributor resmi PT.NASA dengan kode anggota N – 393316 atas nama BUDIANTO.Kontak kami 0823-3402-0868.
MENANAM DAN MEMBUDIDAYAKAN MELON TEKNOLOGI NASA
1.      Syarat Pertumbuhan Tanaman Buah Melon
1.1  IKLIM
Perlu penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Pada kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah di serang penyakit. Suhu optimal antara 25-30C . angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertamanan melon. Hujan terus menerus akan merugikan tanaman melon. Pertumbuhannya akan maksimal dan baik pada ketinggian 300 – 900 mdpl.
1.2  MEDIA TANAM
Tanah yang baik ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik seperti andosol, latosol, regosol dan gromosol, asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat di manipulasi dengan pengapuran, penambahan bahan organik, maupun pemupukan. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah, pH tanah 5 , 8-7, 2.
2.      Teknik Budidaya Tanaman Melon
2.1  PEMBIBITAN
1.      Pembuatan Media Semai
Siapkan Natural GLIO : 1 – 2 kemasan natural GLIO di campur dengan 50 – 100 kg pupuk kandang matang untuk lahan 1.000 m2. Selanjutnya didiankan (vermentasi) sekitar 1 minggu di tempat yang teduh dengan selalu menjaga kelembapannya dan sesekali di aduk ( di balik)
Campurkan tanah yang halus (di ayak) 2 bagian / 2 ember (volume 10 lt), pupuk kandang matang yang telah di ayak halus sebanyak 1 bagian / 1 ember, TSP (sekitar 50gr) yang di larutkan dalam 2 tutup POC NASA, dan Natural GLIO yang telah di kembangbiakkan dalam pupuk kandang 1 – 2 kg. Masukkan media semai kedalam polybag ukuran 8 x 10 cm sampai terisi hingga 90%.
2.      Teknik Penyemaian Dan Pemeliharaan Bibit
l   Rendam benih dalan 1 liter air hangat suhu 20 – 25C + 1 tutup POC NASA selama 8 – 12 jam lalu di peram 48jam.
l   Selanjutnya di semai dalam polybag, sedalam 1 – 1,5 cm. Benih di semaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Benih di tutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan perbandingan 2 : 1 . Kantong persemaian di letakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Di beri perlindungan plastik trasparan yang salah satu ujungnya terbuka.
l   Semprotkan POC NASA untuk memacu perkembangan bibit, pada umur bibit 7 – 9 hari dengan dosis 1,0 – 1,6 cc / liter. Penyiraman di lakukan dengan hati-hati secara rutin setiap pagi.
l   Bibit melon yang sudah berdaun 4 – 5 helai atau tanaman melon telah berusia 10 – 12 hari dapat di pindahkan dengan cara kantong plastik polybag di buka hati-hati lalu bibit berikut tanahnya di tanam pada bedengan yang sudah di lubangi sebelumnya, bedengan jangan sampai kekurangan air.
2.2. PENOLAHAN MEDIA TANAM MELON
1.      Pembukaan lahan
Sebelum di bajak di genangi air terlebih dahulu semalam, kemudian keesok harinya di lakukan pembajakan dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah itu di lakukan pengeringan , baru di haluskan.
2.      Pembentukan Bedengan
Panjang bedengan maksimum 12 – 15 m, tinggi bedengan 30 – 50 cm, lebar bedengan 100 – 110 cm dan lebarnya parit 55 – 65 cm.
3.      Pengapuran
Penggunaan kapur per 1000 mpada pH tanah 4 – 5 di perlukan 150 – 200 kg dolomit, sedangkan pH 5 – 6 di butuhkan 75 – 150 kg dolomit dan pH > 6 di butuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
MENANAM DAN MEMBUDIDAYAKAN MELON TEKNOLOGI NASA
4.      Pemupukan Dasar
PUPUK KANDANG
(TON / HA)
DOSIS PUPUK MAKRO (GRAM/ POHON)
DOSIS POC NASA
UREA
SP 36
KCL
4 - 5
12
20
8
30 – 60 TUTUP / 1000 M2 + AIR SECUKUPNYA (SIRAMKAN)
Hasil akan lebih baik jika pada pemupukan dasar , POC NASA di ganti dengan SUPERNASA yang telah di campur air secara merata di atas bedengan dengan dosis 1 – 2 botol / 1000 m2 atau menggunakan SUPERNASA GRANULE dengan cara :
Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA di encerkan dalam 3 liter air di jadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air di beri 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
Alternatif 2 : setiap gembor vol 10 lt di beri 1 peres sendok makan SUPERNASA  untuk menyiram 10 meter bedengan.
5.      Pemberian Natural GLIO
Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur terutama penyakiit layu, sebaiknya tebarkan Natural glio yang sudah di siapkan sebelum persemaian. Dosis 1 -2 kemasan per 1.000 m2.
6.      Pemasangan Mulsa Plastik Hitam – Perak (PHP)
Pemasangan mulsa sebaiknya saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Biarkan bedengan tertutup mulsa 3 – 5 hari sebelum di buat lubang tanah.
2.3.  TEKNIK PENANAMAN
1.      Pembuatan Lubang Tanam
Diameter lubang kurang lebih 10 cm, jarak lubang 60 – 80 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap – hadapan membentuk segi empat atau segi tiga.
2.      Cara Penanaman
Bibit siap tanam di pindahkan beserta medianya. Usahakan akar tanaman tidak sampai rusak saat menyobek polybag.
       2.4. PEMELIHARAAN TANAMAN
l Penyulaman => di lakukan 3 – 5 hari setelah tanam. Setelah selesai penyulaman tanah baru harus di siram dengan air. Dan sebaiknya penyulaman di lakukan di sore hari.
l   Penyiangan => di lakukan untuk membersihkan gulma / rumput liar.
l  Penyempelan => di lakukan terhadap tunas / cabang air yang bukan merupakan cabang utama.
MENANAM DAN MEMBUDIDAYAKAN MELON TEKNOLOGI NASA
l   Pemupukan makro =>
WAKTU
DOSIS PUPUK MAKRO (GRAM / POHON)
UREA
SP - 36
KCL
UMUR 10 HARI
12
12
10
UMUR 20 HARI
12
12
12
UMUR 30 HARI
12
8
12
UMUR 40 HARI
12
8
20
POC NASA : (PER HA)MULAI UMUR 1 MINGGU – 6 / 7 MINGGU
POC NASA di semprot ke tanaman :
Alternatif 1 : 6 – 7 kali ( interval 1 minggu sekali) dengan dosis 4 tutu[ botol / tangki
Alternatif 2 : 4 kali (interval 2 minggu sekali) dengan dosis 6 tutup botol / tangki.
l   Penggunaan HORMONIK => Dosis HORMONIK : 1 – 2 cc / lt air atau 1 – 2 tutup HORMONIK + 3 – 5 tutup POC NASA setiap tangki semprot. Penyemprotan HORMONIK muai usia 3 – 11 minggu , interval 7 hari sekali.
l   Peniraman => Penyiraman sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai akan di petik buahnya kecuali hujan. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Dan penyiraman di lakukan pagi hari.
l   Pemeliharaan lain
A.      Pemasangan anjir => anjir di pasang sesudah bibit mengeluarkan sulut – sulutnya. Tinggi anjir 150 – 200 cm. Anjir terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah 2 – 3kg. Tempat di tanamnya anjir 25 cm dari pinggir gulutan baik kanan maupun kiri. Supaya anjir lebih kokoh bisa menambahkan bambu panjang yang di letakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang, mengikuti barisan anjir – anjir di belakangnya.
B.      Pemangkasan = > Pemangkasan di lakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang di kehendaki. Tinggi tanaman di buat rata – rata di antara titik ke 20 sampai ke 25 ( bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). Pemangkasan di lakukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak di serang jamur. Waktu pemangkasan di lakukan setiap 10 hari sekali, yang paling awal di pangkas adalah cabang yang dekat dengan tanaj dan sisakan 2 helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh di pangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan di hentikan, jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang  ke 20 atau 25.
2.5. HAMA DAN TANAMAN MELON
1.      Hama
A.     Kutu Aphis (Aphis Gossypii Glover)
Ciri : memiliki gatah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Aphis muda berwarna kuning, sedangkan yang dewasa memiliki sayap dan berwarna agak kehitaman. Gejala : daun tanaman menggulung, pucuk tanaman menjadi kering yang di akubatkan oleh cairan daun di hisap hama. Pengendalian (1) gulma selalu di bersihkan agar tidak menjadi inang hama (2) semprot dengan Pestona atau Natural BVR.
B.      Thrips (Thrips Pervipinus Karny)
Ciri : menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa berwarna kekuning-kuningan dan dewasa berwarna coklat kehitaman. Serangan di musim kemarau. Gejala daun muda atau tunas baru menjadi keriting, daun bercak kekuningan, tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Gejala ini di waspadai karena tertular virus yang di bawa hama thrips. Pengendalian : Menyemprot dengan Pestona atau Natural BVR.
2.      Penyakit
A.      Layu Bakteri
Penyebab : bakteri Erwina tracheiphila E.F.Sm. Penyakit ini dapat di sebarkan dengan perantara kumbang daun oteng – oteng (aulacophora Femoralis Matschulsky). Gejala : daun dan cabang layu, terjadi pengerutan pada daun, warna daun menguning, mengering dan akhirnya mati, daun tanaman layu satu persatu, meskipun warnanya teteap hijau. Apabila pohon tanaman di potong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat di tarik seperti benang. Pengendalian : gunakan natural Glio sebelum tanam.
B.      Penyakit Busuk Pangkal Batang ( gummy stem bligt)
Penyebab cendawa Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker. Gejala :pangkal batang seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat, kemudian tanaman layu dan mati, daun yang terserang akan mengering. Pengendalian : (1) pengguaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan. (2) Daun yang terserang di bersihkan (3) Gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai pencegahan.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat di pergunakan pestisida kimia yang di anjurkan. Ahar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis +5 ml (1/2 tutup) / tangki.
3.      Gulma
Gulma ( Tumbuhan Pengganggu) merugikan tanaman, karena bersaing dengan zat hara, tempat tumbuh dan cahaya. Pencabutan gulma harus di lakukan sejak tumbuh masih kecil, karean jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.
2.6.Panen
1.      Ciri dan Umur Panen Buah Melon
A.      Tanda atau ciri – ciri Tampulan Tanaman Melon Siap Panen
1.      Ukuran buah sesiau dengan ukuran normal
2.      Jala atau net pada kulit buah sangat nyata atau kasar
3.      Warna kulit hijau kekuningan
B.      Umur panen sekitar 3 bulan setelah tanam
C.      Waktu pemanenan yang baik adalah di pagi atau sore hari.
2.      Cara Panen
a. Potong tangkai buah melon menggunakan pisau , sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.
b. Tangkai di potong berbentuk huruf “T” , maksutnya agar tangkai buah utuh.
c. Pemanenan di lakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar siap di panen.
d. Buah yang telah di panen di sortir. Kerusakan buah akibat terbentur/ cacat fisik lainnya, sebaiknya di hindari karena akan mengurangi harga jual.
3.      Penyompanan
Buah melon tidak boleh di tumpuk, yang belum terangkut di siman dalam gudang. Buah sebaiknya di tata dengan rapi dan di lapisi dengan jerami yang kering. Tempat penyimpanan harus bersih dan juga kering.

Demikian yang bisa kami paparkan mengenai Penanaman Dan pembudidayaan Buah Melon Teknologi ORGANI PT. NATURAL NUSANTARA

Untuk Pemesanan Hubungi :
Distributor Resmi PT Natural Nusantara. Kode N-427271.
BUDIANTO / RINDRA.
Call Wa : 085 23212 8980 atau +62855 7484 4543
Facebook : https://www.facebook.com/Budianto79Nasa
Email : budianto79nasa@gmail.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MENANAM DAN MEMBUDIDAYAKAN MELON TEKNOLOGI NASA"

Posting Komentar