STOKIST NASA AG- 3046 Info Pemesanan Atau Daftar Member NASA Hubungi Rindra NASA Telf/ SMS / WA : 0823-3402-0868+62-855-7484-4543

PEMBUDIDAYAAN IKAN LELE TEKNOLOGY NASA

Kami adalah Distributor Resmi PT NATURAL NUSANTARA (NASA) dengan ID Member N-427271 atas nama BUDIANTO. Dan Pupuk Organik Nasa adalah sebagai produk best seller dari PT Natural Nusantara. PUPUK ORGANIK NASA  sudah terbukti meningkatkan hasil panen baik kualitan maupun kuantitas serta bisa mengurangi penggunaan pupuk NPK hampir 50%. Pupuk Organik Nasa sangat bagus di gunakan di pertanian dan Perkebunan. Pada kesempatan kali ini kita akan memaparkan tentang PEMBUDIDAYAAN IKAN LELE TEKNOLOGY NASA.
PEMBUDIDAYAAN IKAN LELE TEKNOLOGY NASA
Usaha pembudidayaan ternak lele merupakan salah satu usaha yang sangat menggiurkan karena lele merupakan jenis ikan yang memiliki banyak penggemarnya, karena dagingnya yang gurih, empuk dan tidak terlalu banyak duri. Lele juga bisa didapat dengan harga yang murah, sehingga bisa di nikmati semua kalangan. Minat pasar yang begitu besar sering di jadikan sebagai salah satu peluang usaha yang sangat menggiurkan. PT NATURAL NUSANTARA berusaha membantu para petani lele dengan pedoman pembudidayaan ikan lele dan paket produk organik yang mengendapkan aspek Kwalitas, Kwantitas, dan Kesehatan (K - 3)

1. Pembenihan Ikan Lele
Pembenihan ikan lele merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan benih sampai dengan ukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam khusus pemijaran. Pembenihan ikan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi serta banyaknya usaha pembesaran ikan lele.

2. Teknik Budidaya Ikan Lele
Terdapat tiga sistem pembenihan ikan lele yang di kenal, yaitu :
  1. Sistem Massal => Di lakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk di ajak kawin dalam sarang pemijaran, sehingga sangat bergantung pada keaktiifan induk jantan mencari pasangan.
  2. Sistem Pasangan => Di lakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya di tentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocock antara kedua induk.
  3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi) => Di lakukan dengan merangsang ikan lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntik skstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis ikan lele.
3.  Tahap Proses Budidaya Ikan Lele
A. PEMBUATAN KOLAM IKAN LELE
Ada dua macam atau tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya di sesuaikan dengan lahan yang tersedia. secara teknis baik pada bak maupun tipe galian, pembenihan ikan lele harus mempunyai :
  • Kolam Tandon = > Mendapatkan masukan air langsung dari luar atau sumber air. Berfungsi untuk mengendapkan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain. Kolam pemeliharaan induk  => Indukan jantan dan betina selama masa pematangan sel telur dan sperma.
  • Kolam pemijaran => Tempat pekawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
  • Kolam Pendederan => Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3 - 4 hari. Pemindahan di lakukan pada umur 3-4 hari karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernakan.
B. PEMILIHAN INDUKAN IKAN LELE
Induk jantan mempunyai tanda :
  • Tulang kepala berbentuk pipih
  • Warna lebih gelap
  • Gerakan lebih lincah
  • Perut ramping tidak terlihar lebih besar darpada punggung
  • Alat kelaminnya berbentuk runcing
Induk betina bertanda :
  • Tulang kepala berbentuk cembung
  • Warna badan lebih cerah
  • Gerakan lambat
  • Perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.
C. PERSIAPAN LAHAN
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
  1. Pengeringan => Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
  2. Pengapuran => Dilakukan dengan kapur dolomit atau zeolit dosis 60 gr/m persegi untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
  3. Perlakuan TON Tambak Organik Nusantara. untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organiksisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON / ha atau 25 gram (2 sendok makan) / 100 meter persegi. Penambahan pupuk kandang juga dapat di lakukan untuk menambah kesuburan lahan.
  4. Pemasukan Air => Di lakukan secara bertahap , mula-mula setinggi 30 cm dan di biarkan selama 3 - 4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat di lakukan adalah :
  • Pembersihan bak dari kotoran atau sisa pembenihan sebelumnya
  • penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan langsung di beri perlakuan TON dengan dosis sama.
D. PEMIJAHAN IKAN LELE
Pemijahan adlah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelaminnya berwarna merah. Induk betina di tandai dengan sel telurnya berwarna kuning ( jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah di buahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.
PEMBUDIDAYAAN IKAN LELE TEKNOLOGY NASA
E. PEMINDAHAN BENUR
  • Kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10 - 20 cm
  • Siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang di isi dengan air di sarang.
  • Samakan suhu pada kedua kolam
  • Pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring
  • Pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.
F. PENDEDERAN IKAN LELE
Pendederan ikan lele adalah prses pembesaran ikan lele hingga berukuran siap jual, yaitu 5 - 7 cm, 7 - 9 cm dan 9 - 12 cm dengan harga yang berbeda. Pada permukaan kolam pendederan di beri pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stres. Pemberian pakan mulai di lakukan sejak anakan lele di pindahkan ke kolam pendederan ini.

4. Menejemen Pakan Ikan Lele
Pakan anakan ikan lele berupa :
  • Pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) di konsumsi pada umur di bawah 3 - 4 hari
  • Pakan buatan untuk umur di atas 3 - 4 hari. Kandungan nutrisis harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
  • Untuk menambahkan nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan di campur dengan POC NASA + viterna plus dengan dosis 1 - 2 cc / kg pakan ( di campur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.
5. Manajemen Air
Ukuran kwalitas air dapat di nilai secar fisik :
  • Air harus bersih
  • Berwarna hijau cerah
  • Kecerahan atau transparansi sedang ( 30 - 40 cm)
Ukuran kwalitas air secara kimia :
  • Bebas senyawa beracun seperti amoniak
  • mempunyai suhu optimal (22-26 C)
Untuk menjaga kwalitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangatlah di perlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jemis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON di lakukan pada saat olah lahan dengan cara di larutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu permukaan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25gram / 100 meter persegi.

6. Manajemen Kesehatan Ikan Lele
Padadasarnya, ankan ikan lele yang yang di pelihara tidakakan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan ikan lele menjadi sakit lebih banyak di sebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protizoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam manajemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting di lakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON, POC NASA, VITERNA PLUS dan TANGGUH PREBIOTIK sangat besar. Namun apabila anakan ikan lele terlanjur terkena serangan penyakit, di anjurkan untuk melakukan pengonatan yang sesuai. Pengakit - penyakit yang di sebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat di obati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah berhati -hati dan dosis yang di gunakan juga harus sesuai.

Semoga dengan penulisan artikel singkat ini dapat membantu para petani ikan lele pemula.


Untuk Info Dan Pemesanan Hubungi :
Distributor Resmi PT Natural Nusantara. Kode N-427271.
BUDIANTO / RINDRA.
Call Wa : 085 23212 8980 atau +62855 7484 4543
Facebook : https://www.facebook.com/Budianto79Nasa
Email : budianto79nasa@gmail.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PEMBUDIDAYAAN IKAN LELE TEKNOLOGY NASA"

Posting Komentar