STOKIST NASA AG- 3046 Info Pemesanan Atau Daftar Member NASA Hubungi Rindra NASA Telf/ SMS / WA : 0823-3402-0868+62-855-7484-4543

TRIK DAN CARA BUDIDAYA IKAN BANDENG TEKNOLOGY NASA

BANDENG adalah salah satu ikan penghasil protein hewani yang sangat tinggi. Usaha intensig fikasi budidaya perlu di lakukan karena tendahnya produksifitas bandeng dengan budidaya dengan cara lama / tradisional. Peningkatan sistem budidaya juga harus di ikuti dengan penggunaan teknologi baru. Di sini PT. Natural Nusantara memberikan teknology yang di perlukan dengan prinsip K-3 ( Kwalitas - Kwantitas - Kelestarian)
Sifat Biologis dari IKAN BANDENG adalah termasuk golongan ikan herbivora, yaitu bangsa ikan yang mengkonsumsi tumbuhan. Serta mampu mencapai berat rata-rata 0,6 kg pada usia 5 - 6 bulan asal di pelihara secara intensif.
TRIK DAN CARA BUDIDAYA IKAN BANDENG TEKNOLOGY NASA
Dalam PENYEDIAAN BENIH IKAN BANDENG usahakan dalam penyediaan benih (nener) secara konyinew dengan mutu yang baik di lakukan dengan sistem pembenihan yang intensif pada kolam-kolam kusus, yaitu kolam pematangan induk, pemijahan, peneneran dan kolam pembesaran.

Dalam pembenihan BANDENG langkah yang di lakukan adalah :
1. Pemilihan induk yang unggul
Induk yang unggul akan menurunkan sifat-sifat kepada keturunannya dengan ciri-cirinya :
  • Bentuk normal => perbandingan panjang dan beratnya ideal
  • Ukuran kepala relatif kecil, di antara satu peranakan pertumbuhannya paling cepat
  • Susunan sisik teratur, licin, mengkilat dan tidak ada luka
  • Gerkan lincah dan normal
2) Perangsang pemijahan. 
Kematangan gonad dapat di percepat dengan penggunaan hormone LHRD ( Letuzing Hormon Relesing Hormon)

3) Memijahkan 
Pemijahan adalah pencampuran induk jantan dan betina yang telah matang sel sperma dan sel telurnya agar terjadi pengeluaran (ejakulasi) kedua sel tersebut. Setelah berada di air sel sperma akan membuai sel telur karena sistem pembuahan ikan terjadi di luar tubuh. Dan pemijaran di lakukan di kolam kusus untuk melakukan pemijaran.

4) Penetasan
Telur yang mengapung di kolam pemijahan menetas setelah 24 - 26 jam dari awal pemijahan. Telur yang menetas akan menjadi larva yang masih mempunyai cadangan makanan dari kuning telur induk, sehingga belum perlu di beri makanan hingga berumur 2 hari.

5) Perawatan Benih
Setealh berumur 9 hari larva di pindahkan ke kolam pemeliharaan nener. Di kolam ini larva di beri pakan alami berupa Plankton. Penumbuhan plankton di lakukan dengan pemupukan dan pengapuran. Pemupukan yang tepat adalah dengan pupuk TON ( Tambak Organik Nusantara) yang mengandung berbagai unsur mineral penting untuk pertumbuhan plankton, di antaranya N, P, K , Mg, Ca, Mg, S, Cl dan lain-lain, juga di lengkapi dengan asam humat dan vulvat yang mampu memperbaiki tekstur dan meningkatkan kesuburan tanah dasar kolam dengan dosis 5 botol TON / ha atau 25 gram (2 sendok makan) / 100 M persegi pada tiap pemasukan air. Waktu peneneran 8 minggu. Pakan yang di berikan berupa tepung dengan kadar protein 305. Untuk menambah nutrisi pakan pencampuran pakan dengan NASA dengan dosis 2 - 5 kg pakan sangat di perlukan, karena NASA mengandung unsur-unsur mineral penting yaitu N, P, K, Mg, Fe, Ca, S dan lain-lain, vitamin , protein dan lemak untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan nener.

Masa PEMBESARAN IKAN BANDENG setelah di pelihara di kolam peneneran selama 8 minggu, bandeng di pindahkan ke kolam pembesaran. 

Teknik pembesaran bandeng meliputi beberapa hal yaitu :
1) Persiapan Lahan
Tahap di lakukan ebelum pemasukan air, kegiatan yang di lakukan selama persiapan lahan adalah :
- Pencangkulan dan pembalikan tanah.
Bertujuan untuk membebaskan senyawa dan gas beracun sisa budidaya hasil dekomposisi bahan organik baik dari pakan maupun dari kotoran. Selain itu dengan menjadi gemburnya tanah, earisasi akan berjalan dengan baik sehingga kesuburan lahan akan meningkat.

- Pengapuran
Selama budidaya, ikan memerlukan kondisi keasaman yang stabil yaitu pH 7 - 8. Untuk mengembalikan keasaman tanah pada kondisi tersebut, di lakukan pengapuran karena penimbunan dan pembusukan bahan organik selama budidaya sebelumnya menurunkan pH tanah. Pengapuran juga menyebabkan bakteri dan jamur pembawa penyakit mati karena sulit dapat hidup pada pH tersebut. Pengapuran dengan kapur tohor, dolomit atau zeolit dengan dosis 1 TON / ha atau 10KG/ 100 meter persegi.

- Pemupukan
Fungsi utama pemupukan adalah memberikan unsur hara yang di perlukan bagi pertumbuhan pakan alami, memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air pada tanah-tanah yang tidak kedap air (porous). 
Penggunaan TON untuk pemupukan tanah dasar kolam sangat tepat, karena TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, dan asam-asam organik utama memberikan bahan-bahan yang di perlukan untuk meningkatkan kesuburan lahan dan pertumbuhan plankton. Dosis pemupukan TON adalah 5 botol / ha atau 25 gr / 100 meter persegi.

- Pengelolaan Air
Setelah di lakukan pemupukan dengan TON, air di masukkan hingga setinggi 10 - 20 cm kemudian di biarkan beberpa hari, untuk menumbuhkan bibit-bibit plankton. Air di masukkan hingga setinggi 80cm atau menyesuaikan dengan kedalaman kolam.

2) Pemindahan Nener
Setelah plankton tumbuh (warna air hijau) dan kecerahan sedalam 30 - 40 cm, nener di kolam peneneran di pindahkan ke kolam pembesaran dengan hati-hati dengan adaptasi terhadap lingkungan yang baru.
TRIK DAN CARA BUDIDAYA IKAN BANDENG TEKNOLOGY NASA
3) Pemberian Pakan
Sesuai dengan sifat BANDENG yang termasuk hewan herbivora, maka ikan ini suka memakan tumbuh-tumbuhan yang ada di kolam. 
Tumbuhan yang di sesuaikan dengan BANDENG adalah lumut, ganggang dan klekep. Untuk mempercepat pertumbuhan , perlu pakan buatan pabrik, dengan standar nutrisi yang di butuhkan untuk tumbuh optimal dengan kadar protein minimal 25 - 28%.

Sebagai hewan herbivora, unsur tumbuhan dalam pakan memang sangat penting, Oleh karena itu sebaiknya bahan baku unsur protein harus di dominisi dari sumber tumbuhan atau nabati dari tepung kedelai atau bungkil kacang tanah.

Sebagai acuhan pemberian pakan adalah :
- Jumlah pakan 5 - 7% dari berat badan.
- Waktu pemberian 3 - 5 kali sehari.

Penambahan NASA pada pakan buatan merupakan pipihan yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh BANDENG. NASA mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak, dan vitamin akan menambah kandungan nutrisi pakan. Dosis pencampuran NASA dengan pakan buatan adalah 2 - 5cc / kg pakan dengan cara :
  1. Timbang pakan sesuai dengan kebutuhan bandeng.
  2. Basahi pakan dengan sedikit air agar pencampuran dengan NASA dapat merata.
  3. Campurkan NASA sesuai jumlah pakan yang di berikan dengan dosis 2 - 5cc/ kg pakan.
  4. Dan pakan siap untuk di berikan.
Pemberian pakan dengan menyebarkan secara merata pada seluruh areal kolam, agar seluruh bandeng dapat pakan.

========================
Untuk Pemesanan Hubungi :
Distributor Resmi PT Natural Nusantara. Kode N-427271.
BUDIANTO / RINDRA.
Call Wa : 085 23212 8980 atau +62855 7484 4543
Facebook : https://www.facebook.com/Budianto79Nasa
Email : budianto79nasa@gmail.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TRIK DAN CARA BUDIDAYA IKAN BANDENG TEKNOLOGY NASA"

Posting Komentar