STOKIST NASA AG- 3046 Info Pemesanan Atau Daftar Member NASA Hubungi Rindra NASA Telf/ SMS / WA : 0823-3402-0868+62-855-7484-4543

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KAKAO SERTA PENNGGULSNGANNYA 082334020868

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KAKAO

Penyakit Busuk Buah
ciri-cirinya buah kecil akan langsung mati dan buah besar mengalami serangan dari angkal atau ujung buah nampak kecoklatan. Cara penanganannya semprotkan dengan Obat Penyakit Kakao yakni Natural GLIO, dan membuang serta membakar buah yang sudah terserang, pemangkasan teratur.

Ngengat Buah ( Cacao Mot )
Gejalanya Buah berwarna kuning pucat, biji dalam buah lengket dan kerdil, buah muda banyak yang terserang. Penanganannya : Melepas musuh alami semut hitam dan penggunaan Natural BVR dengan cara disemprotkan. gunakan Pestisida Organik PESTONA. Lapisi buah kakao dengan plastik bagian bawah dibiarkan terbuka. Pembersihan lahan secara teratur
HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KAKAO SERT PENNGGULSNGANNYA 082334020868
Jamur Upas
Cirinya menyerang batang dan cabang. Penanganannya : korek dan olesi pada batang yang terinfeksi dengan HORMONIK ditambah Natural GLIO, jika serangan berlanjut bagian yang terinfeksi dipotong dan dibakar. Pemangkasan teratur.

Ulat Jaran
Cirinya terdapat ulat coklat kehitam-hitaman. Penanganannya dengan menggunakan Pestisida Organik PESTONA.

Kutu-kutuan
Cirinya Infeksi pada ujung buah bagian yang terlindung, dan terjadi perusakan pada buah yang masih kecil. Buah jadi terhambat pertumbuhannya lalu mati. Penanganannya tanaman yang terinfeksi dipangkas dan dibakar, Semprotkan PESTONA atau Natural BVR 30 gr / 10 liter

Ulat Kilan
Biasanya menyerang pada usia 2 – 4 bulan. Serangan yang parah akan mengakibatkan daun muda tinggal uratnya saja. Penanganannya : gunakan Pestisida Organik PESTONA dosis 5 – 10 cc / liter

Helopeltis Antonii
Gelaja serangan terdapat bercak bercak pada kulit buah hitam dan kering, buah keras dan kaku serta pertumbuhannya terhambat. Bentuk buah jelek dan buah kecil kering lalu mati. Pencegahannya dengan mengadakan penyemprotan pestisida PESTONA dengan dosis 5 – 10 cc / liter ( pada buah yang terinfeksi ). Penyemprotan dilakukan pada hari pertama pada stadia imago, penyemprotan ulangan dilakukan pada hari ke 7 dan pada hari ke 17 dilakukan kembali penyemprotan terhadap serangga yang masih hidup ( nimfa ), sehingga pemberantasan benar – benar efektif dilakukan. Lakukan pembersihan lahan serta pembuangan dan pembakaran buah yang telah terinfeksi.

Parasa lepida dan Ploneta diduct
Menyerang pada daun muda, sasaran utamanya adalah kucup daun sebagai pusat kehidupan dan bunga bakal buah yang masih muda. Pencegahannya dengan menyemprotkan Pestisida Organik PESTONA. Gunakan perekat perata AERO-810, 1/2 tutup Aero / tangki (14 liter air).

PEMANGKASAN
Pemangkasan ditujukan agar terjadi keseimbangan pertumbuhan tumbuhan dan menjadi tanaman menjadi lebih proposional, lakukan juga pemangkasan terhadap pohon pelindung supaya sinar matahari dapat masuk ke pohon kakao walaupun tidak secara langsung.

Ada beberapa teknik pemangkasan, yaitu :
  • Pemangkasan untuk pemeliharaan, dimaksudkan untuk mengurangi pertumbuhan yang berlebihan dengan menghilangkan tunas air pada batang pokok atau cabang
  • Pemangkasan untuk restorasi, dimaksudkan memotong bagian pohon yang rusak agar penyebaran infeksi tanam bisa terhindari.
  • Pemangkasan untuk produksi, ditujukan agar cahaya matahari dapat masuk walaupun diusahakan tidak langsung agar pembungaan dapat terbentuk. Jenis pangkas tergantung musim, jika musim kering maka dilakukan pemangkasan ringan, sedangkan ketika musim penghujan langkukan pemangkasan cukup berat.
  • Pemangkasan untuk pembentukan pohon, pemangkasan ini dilakukan pada pohon berusia 1 tahun setelah muncul cabang baru atau sampai dengan umur 2 tahun dengan meninggalkan 3 cabang primer yang baik dan simetris.
PANEN KAKAO
Pemetikan dilakukan terhadap buah yang sudah masak namun jangan terlalu masak, tangkai buah dipotong dengan menyisakan 1/3 tangkai di pohon. Jika dilakukan pemetikan sampai di pangkal buah akan merusakan tempat bunga sehingga akan mengganggu pertumbuhan bunga.

Jika hal ini dilakukan terus menerus produksi buah akan menurun. Umur buah yang dipetik berkisar 5 1/2 bulan – 6 bulan dari mulai berbunga. Berwarna Merah atau Kuning. Buah hasil panen dimasukkan ke karung dan dikumpulkan di dekat rorak. Pemetikan buah dilakukan pada pagi hari agar buah masih fresh sedangkan pemecahan buah dilakukan pada siang harinya. Buah yang telah dipecahkan diambil bijinya dan dimasukkan ke karung, sedangkan kulitnya dimasukkan ke dalam rorak.
Pemetikan dilakukan terhadap buah yang sudah masak namun jangan terlalu masak, tangkai buah dipotong dengan menyisakan 1/3 tangkai di pohon. Jika dilakukan pemetikan sampai di pangkal buah akan merusakan tempat bunga sehingga akan mengganggu pertumbuhan bunga.  Jika hal ini dilakukan terus menerus produksi buah akan menurun. Umur buah yang dipetik berkisar 5 1/2 bulan – 6 bulan dari mulai berbunga. Berwarna Merah atau Kuning. Buah hasil panen dimasukkan ke karung dan dikumpulkan di dekat rorak. Pemetikan buah dilakukan pada pagi hari agar buah masih fresh sedangkan pemecahan buah dilakukan pada siang harinya. Buah yang telah dipecahkan diambil bijinya dan dimasukkan ke karung, sedangkan kulitnya dimasukkan ke dalam rorak.  PENGOLAHAN HASIL PANEN Di tahap awal biji kakao yang akan dikelola, dilakukan fermentasi. Dimaksudkan untuk mempermudah memisahkan biji dan isi daging yang tersisa ( pulp ), mematikan daya tumbuh biji kakao, mendapatkan aroma dan rasa yang enak serta merubah warna.  Biji kakao dikeringkan setelah dilakukan fermentasi bertujuan agar tidak terserang jamur. Pengeringan dilakukan dengan di jemur terkena sinar matahari langsung selama 7 – 9 hari atau bisa juga dengan menggunakan kompor dengan suhu 60 – 700 c selama 60 – 100 jam. kadar biji kakao yang baik kurang dari 6 %  Lakukan penyotiran ( Sortasi ) untuk mendapatkan ukuran biji kakao yang seragam sesuai pesanan. Biji kakao yang baik kadar air maksimal 7 %, tidak terfermentasi maksimal 3 %, bebas kotoran dan serangan hama penyakit maksimal 3 %.  Demikian uraian penjelasan mengenai budidaya tanaman kakao menggunakan teknologi NASA. Dapatkan Paket Budidaya Kakao Organik hanya dari distributor resmi PT Natural Nusantara.
PENGOLAHAN HASIL PANEN
Di tahap awal biji kakao yang akan dikelola, dilakukan fermentasi. Dimaksudkan untuk mempermudah memisahkan biji dan isi daging yang tersisa ( pulp ), mematikan daya tumbuh biji kakao, mendapatkan aroma dan rasa yang enak serta merubah warna.

Biji kakao dikeringkan setelah dilakukan fermentasi bertujuan agar tidak terserang jamur. Pengeringan dilakukan dengan di jemur terkena sinar matahari langsung selama 7 – 9 hari atau bisa juga dengan menggunakan kompor dengan suhu 60 – 700 c selama 60 – 100 jam. kadar biji kakao yang baik kurang dari 6 %

Lakukan penyotiran ( Sortasi ) untuk mendapatkan ukuran biji kakao yang seragam sesuai pesanan. Biji kakao yang baik kadar air maksimal 7 %, tidak terfermentasi maksimal 3 %, bebas kotoran dan serangan hama penyakit maksimal 3 %.

Demikian uraian penjelasan mengenai budidaya tanaman kakao menggunakan teknologi NASA. Dapatkan Paket Budidaya Kakao Organik hanya dari distributor resmi PT Natural Nusantara.

ARTIKEL LENGKAP CARA BERBUDIDAYA TANAMAN KAKAO / COKLAT 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KAKAO SERTA PENNGGULSNGANNYA 082334020868"

Posting Komentar