STOKIST NASA AG- 3046 Info Pemesanan Atau Daftar Member NASA Hubungi Rindra NASA Telf/ SMS / WA : 0823-3402-0868 Atau WA +62-855-7484-4543

TEKNIK BUDIDAYA AYAM BLOILER BOBOT MAKSIMAL -JUAL VITAMIN TERNAK 082334020868

1. Pendahuluan
Ayam pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-kimia).
TEKNIK BUDIDAYA AYAM BLOILER BOBOT MAKSIMAL
II. Pemilihan Bibit
    Bibit yang baik mempunyai ciri: sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih.

III. Kondisi Teknis yang Ideal
  • Lokasi kandang >> Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, arahnya membujur dari timur ke barat.
  • Pergantian udara dalam kandang. >> Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.
  • Suhu udara dalam kandang. >>  suhu ideal kandang sesuai umur:   
Umur (hari)
Suhu (dc)
Umur (hari)
Suhu (dC)
01 – 07
34 -32
22 – 28
24 -13
08 – 14
29 – 27
29 - 35
23 – 21
15 - 21
26 - 25
  • Kemudahan mendapatkan sarana produksi. >> Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.
IV. Tata Laksana Pemeliharaan
4.1 Perkembangan
Tipe kandang Ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.

Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya  untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama pada siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

4.2. Pakan
     Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi). Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbukan ayam, yang dibedakan menjadi 2(dua) tahap. Tahap pertama disebut penggemukan (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur 1 sampai 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20%. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1-2cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.

     Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.

      Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.
Contoh perhitungan:
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2kg, berat pakan selama pemeliharaan
3125kg, maka FCR-nya adalah:
Berat total ayam hasil panen =
1000x2=2000kg
FCR=3125:2000=1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA dan VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.
4.3. Vaksinasi
     Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami.Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND lasotta melalui suntikan atau air minum.

4.4. Teknis Pemeliharaan.
  • Minggu pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis kurang lebih 1-2cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis kurang lebih 1cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13gr atau 1,3kg untuk100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal,pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbels).
  • Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1-2cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.
  • Minggu kedua (hari ke 8-14). Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33gr per ekor atau 3,3kg untuk 100 ekor ayam
  • Minggu ketiga (hari ke 15-21). Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48gr per ekor atau 4,8kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.
  • Minggu keempat (hari ke 22-28). Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal mempunyai berat badan minimal 1,25kg. Kebutuhan pakan adalah 65gr per ekor atau 6,5kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
  • Minggu kelima (hari ke 29-35). Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai  kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai kering. Kebutuhan pakan adalah 88gr per ekor atau 8,8kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan  pertumbuhan baik mencapai 1,8-2kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.
  • Minggu keenam (hari ke-36-42. Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25kg.
4.5.Penyakit
   Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu:
  • Tetelo (Newcastle Disense / ND) => Di sebabkan oleh virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 - 2 hari muncu segela saraf yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya di pisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat di vaksin ulang dan gejala agar lantai kandang tetap kering.
  • Gumboro (Infektious Bursal Disiase / IBD) => Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang di sebabkan firus golongan Reouvirus. Gejala di awali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan di sekitar dubur, diare dan tubuh bergetar -getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat di lakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.
  • Penyakit ngorok (Chronic Respiratory Disease) => Merupakan infeksi saluran pernafasan yang di sebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum. Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernafas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-putihan. Penularan melalui pernafasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat di lakukan dengan obat-obatan yang sesuai.
  • Berak kapur (Pullorum) => Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan telah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonela pullorum. Kematian dapat terjadi pada hari ke- 4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya di lakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.
TEKNIK BUDIDAYA AYAM BLOILER BOBOT MAKSIMAL
Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak di sebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit terutama yang di sebabkan oleh virus sukar untuk di sembuhkan. Untuk itu harus di lakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta di lengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahuan tumbuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih opptimal, pemberian POC NASA dapat di campur dengan HORMONIK dosis 1 botol POC NASA di campur dengan 1 - 2 tutup botol HORMONIK, atau 1 botol POC NASA di campur dengan 2 - 4 kapsul Asam Amino. Dapat juga menggunakan VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan: 
  1. Mineral - mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
  2. Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine, Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh.
  3. Vitamin - vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C, dan B komlek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.
4.6. Sanitasi / Cuci hama Kandang
       Sanitasi kandang harus di lakukan setelah panen. Di lakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya di lakukan penyemprotan dengan vormalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu di biarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri yang tidak mati oleh perlakukan sebelumnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TEKNIK BUDIDAYA AYAM BLOILER BOBOT MAKSIMAL -JUAL VITAMIN TERNAK 082334020868"

Posting Komentar