STOKIST NASA AG- 3046 Info Pemesanan Atau Daftar Member NASA Hubungi Budianto / Rindra NASA Telf/ SMS / WA : 0878-6676-1675/ 0852-3212-8980 / +62-855-7484-4543

JUAL PUPUK UNTUK BUAH JERUK / 082334020868 / SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, GLIO

                     BUDIDAYA TANAMAN JERUK

I. PENDAHULUAN
   Prospek agribisnis jeruk di Indonesia cukup bagus karena potensi lahan produksi yang luas. Melalui program peningkatan kualitas sumberdaya petani jeruk serta didukung dengan hasil inovasi teknologi hormon alami, pengelolaan hama dan penyakit terpadu, serta sistem budidaya lainnya yang semuanya didasarkan pada semangat ramah lingkungan akan meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi jeruk dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan.
JUAL PUPUK UNTUK BUAH JERUK  082334020868  SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, GLIO
II. SYARAT PERTUMBUHAN
     Perlu 6-9 bulan basah ( musim hujan ), curah hujan 1000-2000 mm/th merata sepanjang tahun, perlu air yang cukup terutama bulan Juli-Agustus. Temperatur optimal antara 25-30 ℃ dan kelembaban optimum sekitar 70-80%. Kecepatan angin lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. Ketinggian optimum antara 1-2000 mm dpl. Jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok, derajat keasaman tanah ( pH tanah) adalah 5,5-6,5. Air tanah optimal pada kedalaman 150-200 cm dibawah permukaan tanah,. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Cara Generatif
          Biji diambil dari buah dengan memeras buah yang telah dipotong. Biji dikeringkan ditempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Tanah persemaian diolah sedalam 30-40 cm dan dibuat petakan berukuran 1,15-1,20 m membujur dari utara ke selatan. Jarak petakan 0,5-1 m. Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/㎡. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm dan langsung disiram larutan POC NASA ± 1-2 cc/liter air. Persemaian diberi atap. Bibit dipindah tanam kedalam polibag 15x35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir ( 1:1:1 ) atau cukup dengan menggunakan tanah biasa disiram POC NASA ( 3-4 tutup ) + HORMONIK ( 1 tutup ) per 10-15 liter air

3.1.2. Cara Vegetatif
          Metode dengan cara penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah ( understam/rootstock ) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan lunas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/loteran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda. Varietas batang bawah yang biasa digunakan adalah Japanase citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange. Seteah penyumbungan tunas pucuk atau penempelan mata tempel, segera disemprot menggunakan POC NASA ( 3-4 tutup/tangki ) + HORMONIK ( 1 tutup/tangki ).

3.1.3. Pengolahan Media Tanam
        Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. 
Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: 
(a) Keprok dan Siem jarak tanam 5x5 m; 
(b) Manis: jarak tanam 7x7 m; 
(c) Sitrun ( Citroen ): jarak tanam 6x7 m; 
(d) Nipis: jarak tanam 4x4 m; 
(e) Grape fruit : jarak tanam 8x8 m; 
(f) Besar: jarak tanam (10x12) x (10x12) m. 
Lubang tanam dibuat 2 minggu sebelum tanam. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari tanah dari lapisan atas. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 1-2 kg pupuk kandang dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan. Pengembangbiakan Natural GLIO: 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 ㎡. Selanjutnya didiamkan ditempat yang terlindung dari sinar matahari ±1 minggu dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk ( dibalik ).

3.1.2.2. Teknik Penanaman
            Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami, tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. 
Sebelum ditanam, perlu dilakukan: 
(a) Pengurangan daun cabang yang berlebihan; 
(b) Pengurangan akar; 
(c) Pengaturan posisi akar jangan ada terlipat. 
Setelah bibit ditanam, siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata dengan dosis ± 1 tutup POC NASA per liter air setiap pohon. Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Adapun cara penggunaan SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter(2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi disiramkan setiap pohon. Beri mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit disekitar bibit. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk
JUAL PUPUK UNTUK BUAH JERUK  082334020868  SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, GLIO
IV. PEMELIHARAAN TANAMAN
4.1. Penyulaman
     Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.

4.2. Penyiangan
      Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya, pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan

4.3. Pembumbunan
     Jika ditanam ditanah berlereng, perlu diperhatikan apakah ada tanah disekitar perakaran yang tererosi. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.

4.4. Pemangkasan
     Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatanya. Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas kedalam alkohol. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.

4.5. Pemupukan Susulan
Umur
(tahun)
Dosis Pupuk Makro ( gram/pohon)
Urea
TSP
KCL
1
80
170
170
2
160
325
250
3
250
500
325
4
325
170
425
5
400
210
500
6
500
250
600
7
600
300
700
8
700
325
780
9
780
390
850
10
850
425
900
> 10
Sebaiknya di lakukan analisis tanah
Dosisi POC NASA mulai awal tanam :
0 – 3
2 – 4 tutup / diecerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 4 – 5 bulan sekali (sesekali bisa di semrot)
> 3
3 – 5 tutup di encerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 3 – 4 bulan sekali (sesekali bisa di semrot)
Catatan: Akan lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dosis 1 botol untuk ±200 pohon. Cara lihat pada Teknik Penanaman ( point 3.1.2.2.)
4.6 Penggunaan HORMONIK
    HORMONIK dapat diberikan terutama setelah tanaman berumur 2 tahun, atau diberikan sejak awal lebih bagus. Caranya melalui penyiraman atau penyemprotan bersama dengan POC NASA (3-5 tutup POC NASA ditambah 1 tutup HORMONIK ).

4.7. Pengairan dan Penyiraman
     Penyiraman jangan berlebih. Tanaman diari sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. Jika air kurang tersedia, tanah disekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa.

4.8. Penjarangan Buah
       Pada saat pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan, bobot buah serta kualitas buah. Buah yang dibuang meliputi buah sakit, tidak terkena sinar matahari ( didalam kerimbunan daun ) dan kelebihan buah didalam satu tangkai. Hilangkan buah diujung kelompok buah dalam satu tangkai utama dan sisakan hanya 2-3 buah.
JUAL PUPUK UNTUK BUAH JERUK  082334020868  SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, GLIO
V. Hama dan Penyakit
 5.1. Hama
 a. Kutu loncat ( Diaphorina citri )
Bagian yang diserang: tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. 
Gejala: tunas keriting, tanaman mati. 
Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, buang bagian yang terserang.

b. Kutu daun ( Toxoptera citridus aurantil, Aphis gossypi )
Bagian yang terserang : tunas muda dan bunga. 
Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. 
Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR.

c. Ulat peliang daun ( Phyllocnistis citrella )
Bagian yang diserang : daun muda. 
Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok. Pengendalian semprotkan dengan PESTONA. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.

d. Tungau ( Tenuipalsus sp., Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)
 Bagian yang diserang: tangkai, daun dan buah. 
Gejala: bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Pengendalian: semprotkan PESTONA atau Natural BVR.

e. Penggerek buah ( Citripestis sagittiferella )
Bagian yang diserang: buah. 
Gejala: lubang gerekan buah keluar getah. 
Pengendalian: memetik buah terinfeksi, disemprot PESTONA pada buah berumur 2-5 minggu.

f. Kutu penghisap daun ( Helopeltis antonii )
Bagian yang diserang: tunas, daun muda dan pentil. 
Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. 
Pengendalian: semprotkan PESTONA.

g. Thrips ( Scirtotfrips citri )
 Bagian yang diserang: tangkai dan muda. 
Gejala: helai daun menebal, tepi daun menggulung keatas, daun diujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, dan bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang disertai nekrotis. 
Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari masuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Kemudian gunakan PESTONA  atau Natural BVR.

h. Kutu dompolon ( Planococcus citri )
 Bagian yang diserang: tangkai buah. 
Gejala: berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur. 
Pengendalian: gunakan PESTONA atau Natural BVR. Cegah datangnya semut sebagai vektor kutu.

i. Lalat buah ( Dacus sp. )
Bagian yang diserang: buah yang hampir masak. 
Gejala: lubang kecil bagian di tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah. Pengendalian: gunakan Perangkap lalat buah.
JUAL PUPUK UNTUK BUAH JERUK  082334020868  SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, GLIO
5.2. Penyakit
a. CVPD
penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat ( phloem ) batang. 
Gejala: daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye. Pengendalian: gunakan bibit tanaman bebas CVPD. Lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan PESTONA atau Natural BVR untuk mengendalikan vektor.

b. Blendok
Penyebab: Jamur Diplodia natalensis. Bagian diserang: batang atau cabang. 
Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas. 
Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. Bekas potongan diolesi POC NASA + Hormonik + Natural GLIO. POC NASA dan HORMONIK bukan berfungsi mengendalikan Blendok, namun dapat meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit.

c. Embun tepung
Penyebab: Jamur Oidium tingitanium. Bagian diserang : daun dan tangkai muda. 
Gejala: daun dan tangkai muda. 
Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. 
Pengendalian: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

d. kudis
Penyebab: jamur Spaceloma fawcetti Bagian diserang: daun, tangkai atau buah. 
Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. 
Pengendalian: pemangkasan teratur, gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

e. Busuk buah
Penyebab: Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae. Bagian yang diserang: buah. 
Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. 
Pengendalian: hindari kerusakan mekanis, gunakan Natural GLIO awal tanam.

f. Busuk akar dan pangkal batang
Penyebab: jamur Phyrophthora nicotianae. Bagian diserang: akar, pangkal batang serta daun di bagian ujung. 
Gejala: tunas tidak segar, tanaman kering. 
Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik, sterilitasi tanah pada waktu penanaman, buah tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

g. Buah gugur prematur
Penyebab: jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp. Bagian yang diserang: buah dan bunga. 
Gejala: 2 -4 minggu sebelum panen buah gugur. 
Pengendalian: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

h. Jamur Upas
Penyebab: Upasia salmonicolor. Bagian yang diserang: batang. 
Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan sulit dikelupas. Pengendalian: Kulit yang terinfeksi dikelupas dan diolesi fungisida yang mengandung tembaga atau belerang, kemudian potong cabang yang terinfeksi.
Catatan: Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis ± 5ml (1/2 tutup)/tangki.
VI. Panen
Buah jeruk dipanen saat masak optimal berumur ± 28-36 minggu, tergantung jenis/varietasnya. Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.

SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA MENJADI BAGIAN DARI KAMI DISTRIBUTOR PT NATURAL NUSANTARA MARI SUKSES BERSAMA NASA

CINTAILAH PRODUK DALAM NEGERI  MAJULAH PRODUK INDONESIA
MINAT HUBUNGI KAMI LANGSUNG
RINDA / BUDIANTO NASA
N-393316
DISTRIBUTOR RESMI NASA
082334020868 / 085232128980

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "JUAL PUPUK UNTUK BUAH JERUK / 082334020868 / SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, GLIO"

Posting Komentar