STOKIST NASA AG- 3046 Info Pemesanan Atau Daftar Member NASA Hubungi Rindra NASA Telf/ SMS / WA : 0823-3402-0868+62-855-7484-4543

MEMAKSIMALKAN HASIL TEMBAKAU TEKNOLOGY MODEREN


Sebelumnya perkenalkan kami adalah distributor resmi PT.Natural Nusantara Dengan kode ID. N-393316. Atas Nama RINDRA NASA. Nomer kontak 082334020868. Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas sedikit mengenai Budidaya Tanaman Tembakau. Semoga bermangaat
MEMAKSIMALKAN HASIL TEMBAKAU TEKNOLOGY MODEREN
Tembakau adalah komoditi yang cukup banyak dibudidayakan petani. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal PT. Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas, dan kelestarian ( Aspek K-3 )

SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman tembakau, curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun, suhu udara yang cocok antara 21-32 derajat C, pH antara 5-6. Tanah gembur, remah, mudah mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik sehingga dapat meningkatkan drainase, ketinggian antara 200-3.000 m dpl.

PEMBIBITAN
- Jumlah benih kurang lebih 8-10 gram/ha, tergatung jarak tanam.

- Biji utuh, tidak terserang penyakit dan tidak keriput.

-.Media semai =campuran tanah (50%) + pupuk kandang matang yang telah dicampur dengan Natural GLIO (50%). Dosis pupuk untuk setiap meter persegi media semai adalah 70 gram DS dan 35 gram ZA dan isikan pada polybag.

 - Bedeng persemaian diberi naungan berupa daun-daunan, tinggi atap 1 m sisi Timur dan 60 cm sisi Barat.

- Benih direndam dalam POC NASA 5 cc pergelas air hangat selama 1-2jam lalu dikeringanginkan.

- Kecambahkan pada baki/tampah yang diberi alas kertas merang atau kain yang dibasahi hingga agak lembab. Tiga hari kemudian benih sudah menampakkan akarnya yang ditandai dengan bintik putih. pada stadium ini benih baru dapat disemaikan.

- Siram media semai sampai agak basah/lembab, masukan benih pada lubang sedalam 0,5 cm dan tutup tanah tipis-tipis.

 - Semprot POC NASA (2-3 tutup/tangki) selama pembibitan berumur 30-45 hari.

 - Bibit sudah dapat dipindah tanamkan ke kebun apabila berumur 35-55 hari setelah semai.
MEMAKSIMALKAN HASIL TEMBAKAU TEKNOLOGY MODEREN

PENGOLAHAN MEDIA TANAM
- Lahan disebari pupuk kandang dosis 10-20 ton/ha lalu dibajak dan dibiarkan kurang lebih 1minggu.

- Buat bedengan lebar 40cm dan tinggi 40cm. Jarak antar bedeng 90-100cm dengan arah membujur antara timur dan barat.

- Lakukan pengapuran jika tanah masam.
Siram SUPERNASA dengan dosis: 10-15 botol/ha

- Alternatif 1: 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.

- Alternatif 2: setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram kurang lebih 10 m bedengan

- Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet dicampur pupuk kandang matang 25-50kg secara merata ke bedengan

PEMBUATAN LUBANG TANAM
Apabila diinginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harus rapat, sekitar 90x70cm. Tembakau Madura ditanam  dengan jarak 60x50cm yang penanamannya dilakukan dalam  dua baris tanaman setiap gulud. Jenis tembakau rakyat/rajangan umumnya ditanam dengan jarak tanam 90x90cm dan penanamannya dilakukan satu baris tanaman setiap gulud, dan jarak antar gulud 90cm atau 120x50cm.
CARA PENANAMAN
  - Basahi dan sobek polybag lalu benamkan bibit sedalam leher akar
  - Waktu tanam pada pagi hari atau sore hari.

PENYULAMAN
Penyulaman dilakukan 1-3 minggu setelah tanam, bibit kurang baik dicabAut dan diganti dengan bibit baru yang berumur sama.

PENYIANGAN
Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan pembumbunan yaitu setiap 3minggu sekali.
MEMAKSIMALKAN HASIL TEMBAKAU TEKNOLOGY MODEREN
PEMUPUKAN
- Dosis tergantung jenis tanaman dan varitas
Waktu Pemupukan
Dosis Pupuk Makro
Urea / ZA
SP-36
KCL
Saat tanam
-
300
-
Umur 7 HST
300
-
150
Umur 28 HST
300
-
150
TOTAL
600
300
300

- Penyemprotan POC NASA dosis 4-5 tutup /tangki atau lebih bagus POC NASA (3-4 tutup ) dicampur HORMONIK (1-2 tutup ) per tangki setiap 1-2 minggu sekali.

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
Pengairan diberikan 7 HST=1-2lt air/tanaman, umur 7-25 HST= 3-4 lt/tanaman, umur 25-30 HST= 4 lt/tanaman. Pada umur 45 HST= 5lt/tanaman setiap 3 hari. Pada umur 65 HST penyiraman dihentikan, kecuali bila cuaca samgat kering.

PEMANGKASAN
 -Pangkas tunas ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali.
 - Pangkas pucuk tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun dibawah bunga.
MEMAKSIMALKAN HASIL TEMBAKAU TEKNOLOGY MODEREN
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Hama
 a. Ulat Grayak ( Spodoptera litura ) 
Gejala: berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan. Pengendalian: Pangkas dan bakar sarang telur dan ulat, penggenangan sesaat pada pagi/sore hari, semprot Pestona.

b. Ulat Tanah ( Agrotis ypson ) 
Gejala: daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga tangkai daun rebah. Pengendalian: Pangkas daun sarang telur/ulat, penggenangan sesaat, semprot PESTONA.

c. Ulat penggerek pucuk ( Heliothis sp. ) 
Gejala: daun pucuk tanaman terserang berlubang-lubang dan habis. Pengendalian: kumpulkan dan musnah telur /ulat, sanitasi kebun, semprot PESTONA.

d. Nematoda ( Meloydogyne sp. ) 
Gejala: bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya mati. Pengendalian: sanitasi kebun, pemberian GLIO diawal tanam, PESTONA.

e. Kutu-kutuan ( Aphis Sp, Thrips sp, Bemisia sp. ) pembawa penyakit yang disebabkan virus. Pengendalian: predator Koksinelid, Natural BVR .

 f. Hama lainya Gangsir (Gryllus mitratus ), jangkrik ( Brachytrypes portentosus ), orong-orong ( Gryllotalpa africana ), semut geni ( Engytarus tenius ).

Penyakit
 a. Hangus Batang ( Damping off ) 
Penyebab: jamur Rhizoctonia solani. 
Gejala: batang tanaman yang terinfeksi akan mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar. 
Pengendalian: cabut tanaman yang  terserang  dan bakar, pencegahan awal dengan Natural GLIO.

b. Lanas 
Penyebab: Phytophora parasitica var. nicotinae. 
Gejala: timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas, pada batang terserang akan lemas dan menggantung lalu layu dan mati. 
Pengendalian: cabut tanaman yang terserang dan bakar, semprotkan Natural GLIO.

c. Patik daun Penyebabnya: jamur Cercospora nicotinae. Gejala: diatas daun terdapat bercak bulat putih hingga coklat, bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek. Pengendalian: desinfeksi bibit, renggangkan jarak tanam, olah tanah intensif, gunakan air bersih, bongkar dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.

d. Bercak coklat Penyebab: jamur Alternaria longipes. Gejala: timbul bercak-bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman persemaian. Jamur juga menyerang batang dan biji. Pengendalian: mencabut dan membakar tanaman yang terserang.

e. Busuk daun 
Penyebab: bakteri Sclerotium rollfsi. 
Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk, akarnya bila diteliti  diselubungi oleh massa cendawan. 
Pengendalian: cabut dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.

f. Penyakit Virus 
Penyebab: virus mozaik ( Tobacco Virus Mozaic, ( TVM ), Kerupuk ( Krul ), Pseudomozaik, Marmer, Mozaik ketimun ( Cucumber Mozaic Virus ).  
Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat. 
Pengendalian: menjaga sanitasi kebun, tanaman yang terinfeksi dicabut dan dibakar.
Catatan: Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air  hujan tambahkan Perakat Perata AERO 810, dosis kurang lebih 5 ml (1/2 tutup ) pertangki
PANEN DAN PASCA PANEN
   Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwarna hijau kekuning-kunigan. Untuk golongan tembakau cerutu maka pemungutan daun yang baik pada tingkat tepat masak/hampir masak hal tersebut ditandai dengan warna keabu-abuan. Sedangkan untuk golongan sigaret pada tingkat kemasakan tepat masak/masak sekali, apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak. Sedangkan bila menginginkan krosok yang kasar pemetikan diperpanjang 5-10 hari dari tingkat kemasakan tepat masak.
   Daun dipetik mulai dari daun terbawah keatas. Waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada sore/pagi hari pada saat hari cerah. Pemetikan dapat dilakukan berselang 3-5 hari, dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman. Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5kali.

Sortir daun berdasarkan kualitas warna daun yaitu:
  a) Trash (apkiran ): warna daun hitam
  b) Slick (licin/mulus ): warna daun kuning muda
  c) Less slick ( kurang licin ): warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon )
  d) More grany side ( sedikit kasar ): warna daun antara kuning dan oranye

SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA MENJADI BAGIAN DARI KAMI DISTRIBUTOR PT NATURAL NUSANTARA MARI SUKSES BERSAMA NASA

CINTAILAH PRODUK DALAM NEGERI  MAJULAH PRODUK INDONESIA
MINAT HUBUNGI KAMI LANGSUNG
RINDA / BUDIANTO NASA
N-393316
DISTRIBUTOR RESMI NASA
082334020868 / 085232128980

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MEMAKSIMALKAN HASIL TEMBAKAU TEKNOLOGY MODEREN"

Posting Komentar