STOKIST NASA AG- 3046 Info Pemesanan Atau Daftar Member NASA Hubungi Rindra NASA Telf/ SMS / WA : 0823-3402-0868+62-855-7484-4543

PUPUK PENUNJANG BUDIDAYA BAWANG MERAH SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, POWERNUTRISI, GLIO

                  BUDIDAYA BAWANG MERAH TEKNOLOGY NASA 082334020868

Budidaya Bawang Merah ( Allium cepa ) dihadapkan pada kendala serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro, dll yang menyebabkan produksi menurun. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya meningkatkan produksi bawang merah secara Kuantitas, Kualitas, dan Kelestarian ( K-3 ), sehingga petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.
Perkenalkan Kami adalah distributor resmi PT.Natural Nusantara dengan kode ID N-393316. Nomer kontak kami 0823 3402 0868. Atas Nama Rindra Handayani Semoga artikel mengenai Pupuk Penunjang Untuk Bawang Merah ini bermanfaat bagi pembaca. Aamiin. 
PUPUK PENUNJANG BAWANG MERAH SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, POWERNUTRISI, GLIO
Agen Pupuk Bawang Merah 0823 3402 0868
PRODUK NASA YANG DI GUNAKAN ADALAH1. SUPERNASA / SUPERNASA GRANULE2. POWER NUTRISI3. POC NASA4. HORMONIK5. TANGGUH DEKOMPOSER6. GLIO7. PESTONA8. PENTANA9. BVT10. PEREKAT AERO 810
A. PRA TANAM
1. Syarat Tumbuh
Bawang merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan, tekstur sedang sampai liat. Jenis tanah Alluvial, Glei Humus atau Latosol, pH 5,6-6,5 , ketinggian 0-400 m dpl, kelembaban 50-70%, suhu 25-32 ℃.

2. Pengolahan Tanah
- Sebarkan pupuk kandang dosis 0,5 -1 ton /1000 ㎡

- Diluku kemudian digaru ( biarkan ± 1 minggu )

- Dibuat bedengan dengan lebar 120-180 cm

- Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air ( canal )dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm

- Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit dosis ± 1,5 ton/ha disebarkan diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu.

- Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100gr ( 1 bungkus GLIO ) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan merata di atas bedengan.

3. Pupuk Dasar

- Berikan pupuk: 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 merata diatas bedengan, aduk rata dengan tanah

- Jika dipakai Pupuk Majemuk NPK ( 15-15-15 ) dosis ± 20 kg/ 1000 ㎡ dicampur rata dengan tanah di bedengan
- Siramkan SUPER NASA yang telah dicampur air, merata diatas bedengan, dosis ± 1 botol/1000㎡ dengan cara:
> alternatif 1: 1 botol Super Nasa diencerkan dalam 3 ltr air ( jadi larutan induk ). Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.

> alternatif 2: setiap 1 gembor ( 10 lt ) diberi 1 sendok peres makan Super Nasa untuk menyiram 5-10 meter bedengan.

 - Biarkan selama 5-7 hari.

4. Pemilihan Bibit.
Ukuran umbi bibit 3-4 gram/umbi,telah disimpan 2-3 bulan, umbi masih dalam ikatan ( umbi masih ada daunnya ), bentuk umbi kompak ( tidak keropos ),kulit umbi tidak luka ( tidak terkelupas atau berkilau ).
PUPUK PENUNJANG BAWANG MERAH SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, POWERNUTRISI, GLIO
B. FASE TANAM
1. Jarak Tanam
- pada musim Kemarau, 15x15 cm, varietas Ilocos, Tadayung atau Bangkok

- Pada Musim Hujan 20x15 cm, vairetas Tiron.

2. Cara Tanam
- Umbi bibit direndam dulu dalam larutan NASA + air ( dosis 1 tutup/lt air )

- Taburkan GLIO secara merata pada umbi bibit yang telah direndam NASA.

- Simpan selama 2 hari sebelum tanam

- Pada saat tanam, seluruh bagian umbi bibit yang telah siap tanam dibenamkan kedalam permukaan tanah.

- Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi bibit.

C. AWAL PERTUMBUHAN ( 0-10 HST )
1.Pengamatan Hama

- Waspadai hama Ulat Bawang ( Spodoptera exigua ), telur diletakan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas
         Kelompok telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahkan. Pada bawang lebih terserang ulat grayak jenis spodoptera exigua dengan ciri terdapat garis hitam diperut / kalung hitam dileher, kendalikan dengan PESTONA.

- Ulat tanah. Berwarna coklat-hitam. Bagian pucuk / titik tumbuh dan tangkai rebah karena dipotong pangkalnya. Kumpulkan ulat pada senja/malam hari. Jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang jadi sarangnya. Semprot dengan PESTONA.

- Layu Fusarium. Daun bawang menguning, tanaman layu dengan cepat ( jawa : ngoler ). Tanaman yang terserang atau dibakar ditempat yang jauh. Preventif kendalikan dengan GLIO.

2. Penyiangan dan Pembumbunan

- Penyiangan pertama dilakukan umur 7-10 HST dan dilakukan secara mekanik untuk membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan dijadikan inang hama ulat bawang.

- Pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat bawang. Tanah disekitar tanaman didangir dan dibumbun agar perakaran bawang merah selalu tertutup tanah. Bedengan yang rusak dirapikan kembali dengan cara memperkuat tepi-tepi selokan dengan lumpur dari dasar saluran ( melem)

3.Pemupukan Susulan

- Dosis pemupukan tergantung jenis dan kondisi tanah setempat. Jika kelebihan Urea/ZA dapat mengakibatkan leher umbi tebal dan umbinya kecil-kecil, tapi jika kurang, pertumbuhan tanaman terhambat dan daunnya menguning pucat. Kekurangan KCI juga dapat menyebabkan ujung daun mengering dan umbinya kecil.

-  Pemupukan makro 2 kali ( dosis per 1000㎡ ): -2 minggu : 5-9 kg Urea + 10-20 kg ZA + 10-14 kg KCI. -4 minggu : 3-7 kg Urea + 7-15 kg ZA + 12-17 kg KCI

- Campur merata ketiga jenis pupuk, taburkan disekitar rumpun atau garitan tanaman dan jangan sampai terkena supaya daun tidak terbakar.

- Jika pakai pupuk Majemuk NPK ( 15-15-15 ) dosis ± 20 kg/1000㎡ diberikan pada umur ± 2 minggu.
PUPUK PENUNJANG BAWANG MERAH SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, POWERNUTRISI, GLIO
4. Pengairan

- Penyiraman dua kali, pagi dan sore hari. Penyiraman pagi hari usahakan sepagi mungkin  disaat daun bawang masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit. Penyiraman sore hari dihentikan jika persentase tanaman tumbuh mencapai lebih 90%.

- Air salinitas tinggi kurang baik bagi pertumbuhan bawang

- Tinggi permukaan air pada saluran ( canal ) dipertahankan setinggi 20 cm dari permukaan bedengan pertanaman.

D. FASE VEGETATIF (11-35 HST )
1. Pengamatan Hama dan penyakit
* Hama Ulat bawang, S. exigua, telur diletakan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas

         Kelompok telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahkan. Pada bawang lebih terserang ulat grayak jenis spodoptera exigua dengan ciri terdapat garis hitam diperut / kalung hitam dileher, kendalikan dengan PESTONA.

* Thrips, mulai menyerang umur 30 HST karena kelembaban disekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal. Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak. Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70%. Jika ditemukan serangan, penyiraman dilakukan pada siang hari, amati predator kumbang macan. Kendalikan dengan BVR dan PESTONA.

* Penyakit Bercak Ungu atau Trotol, disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Terdapat bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu didaun, tepi daun kuning serta mengering ujung-ujungnya. Serangan pada umbi mengakibatkan umbi busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika hujan rintik-rintik segera lakukan penyiraman. Preventif taburkan GLIO.

* Penyakit Antraknose atau Otomatis, penyebab jamur Collectrium gloesporiodes. Terbentuk bercak putih pada daun dan lekukan, menyebabkan patahnya daun secara ( otomatis ). Tanaman terserang dicabut dan dimusnahkan. Preventif kendalikan dengan GLIO.

* Penyakit oleh Virus
Pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung ke segala arah, terkulai serta anakannya sedikit. Pergunakan bibit bebas virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.

* Busuk umbi oleh bakteri
Umbi jadi busuk dan berbau. Biasa menyerang setelah dipanen. Usahakan tempat yang kering.

 * Busuk umbi/leher batang oleh jamur
Bagian yang terserang jadi lunak, melekuk dan berwarna kelabu. Jaga agar tanah tidak terlalu becek ( atur drainase ). Preventif taburkan GLIO.

Untuk pencegahan hama-penyakit usahakan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman lain ( bukan golongan bawang-bawangan).Pestisida kimia sebagai alternatif terakhir untuk mengatasi serangan hama penyakit.

 2. Pengelolaan Tanaman
* Penyiangan kedua umur 30-35 HST, didangir, dibumbun dan bedengan yang rusak diperbaiki. Semprot POC NASA, dosis 4-5 tutup/tangki tiap 7-10 hari sekali mulai 7 hari setelah tanam hingga hari ke 50-55. Mulai hari ke-35 penyemprotan ditambah HORMONIK dengan dosis 1-2 tutup/tangki ( campurkan dengan NASA )

* Pengairan, penyiraman 1x per hari pada pagi hari, jika ada serangan Thrips dan hujan rintik-rintik penyiraman dilakukan siang hari.

E. PEMBENTUKAN UMBI ( 36-50 HST )
Pengamatan HPT sama seperti fase vegetatif. Perlu diperhatikan pengairannya. Butuh air cukup dimusim kemarau, perlu dilakukan penyiraman sehari dua kali yaitu pagi dan sore hari.
PUPUK PENUNJANG BAWANG MERAH SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, POWERNUTRISI, GLIO
PENCAMPURAN GLIO DENGAN PUPUK KANDANG
F. PEMATANGAN UMBI ( 51-65 HST )
Fase ini tidak begitu banyak air. Penyiraman hanya dilakukan sehari sekali yaitu pada sore hari.

G. PANEN DAN PASCA PANEN

1. Panen
* 60-90% daun telah rebah, dataran rendah panen pada umur 55-70 hari, dataran tinggi umur 70-90 hari. Panen dilakukan pada pagi hari yang cerah dan tanah tidak becek

* Pemanenan dengan pencabutan batang dan daun-daunnya. Selanjutnya 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan ( dipocong ).

 2. Pasca Panen
* Penjemuran dengan alas anyaman bambu (gedeg ).

* Penjemuran pertama selama 5-7 hari dengan bagian daun menghadap keatas, tujuannya mengeringkan daun. Penjemuran kedua selama 2-3 hari dengan umbi menghadap keatas, tujuannya untuk mengeringkan bagian umbi dan sekaligus dilakukan pembersihan umbi dari sisa kotoran atau kulit terkelupas dan tanah yang terbawa dari lapangan. Kadar air 80-85% baru disimpan digudang .

* Penyimpanan, ikatan bawang merah digantungkan pada rak-rak bambu. Aerasi diatur dengan baik, suhu gudang 26-29℃ kelembaban 70-80%, sanitasi gudang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PUPUK PENUNJANG BUDIDAYA BAWANG MERAH SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, POWERNUTRISI, GLIO"

Posting Komentar