STOKIST NASA AG- 3046 Info Pemesanan Atau Daftar Member NASA Hubungi Budianto / Rindra NASA Telf/ SMS / WA : 0878-6676-1675/ 0852-3212-8980 / +62-855-7484-4543

SUPERNASA MEMAKSIMALKAN HASIL TANAMAN KOPI POC NASA, HORMONIK, POWERNUTRISI

           BUDIDAYA KOPI TEKNOLOGI MODEREN TELF 082334020868

PENDAHULUAN
Tanaman kopi merupakan tanaman yang sangat familiar dilahan pekarangan penduduk pedesaan di Indonesia. Jika potensi dahsyat ini bisa kita manfaatkan tidaklah sulit untuk menjadikan komoditi ini menjadi andalan disektor perkebunan. Hanya butuh sedikit sentuhan teknis budidaya yang tepat, niscaya harapan kita optimis menjadi kenyataan.
PT. Natural Nusantara berusaha mewujudkan harapan bersama tersebut dengan paket panduan teknis dan produk tanpa melupakan ASPEK K-3 yaitu kuantitas, kualitas dan kelestarian yang kini menjadi salah satu syarat persaingan diera globalisasi.
PERSIAPAN LAHAN
(1) Untuk tanah pengunungan/miring buat teras
(2) Kurangi/tambah pohon pelindung yang cepat tumbuh kira-kira 1:4 hingga 1:8 dari jumlah tanaman kopi
(3) Siapkan pupuk kandang matang sebarkan 25-50 kg, sebarkan 1 pak Natural GLIO, diamkan satu minggu dan buat lobang tanam 60x60, atau 75x75 cm dengan jarak tanam 2,5x2,5 hingga 2,75x2,75 m minimal 2 bulan sebelum tanam
SUPERNASA MEMAKSIMALKAN HASIL TANAMAN KOPI POC NASA, HORMONIK, POWERNUTRISI
PEMBIBITAN
(1) Siapkan biji yang berrkualitas dari pohon yang telah diketahui produksinya biasanya dari penangkar benih terpercaya.
(2) Buat kotak atau bumbunan tanah untuk persemaian dengan tebal lapisan pasir sekitar 5 cm.
(3) Buat pelindung dengan pelepah atau paranet dengan pengurangan berrtahap jika bibit telah tumbuh.
(4) Siram bibitan dengan rutin dengan melihat kebasahan tanah
(5) Bibit akan berkecambah kurang lebih 1bulan, pilih bibit yang sehat dan dilakukan pemindahan ke polibag dengan hati-hati agar akar tidak putus pada umur bibit 2-3 bulan sejak awal pembibitan.
(6) Tambahkan pupuk NPK sebagai pupuk dasar ( lihat tabel ) hingga umur 12 bulan
(7) Encerkan 1 botol ( 500 gr ) SUPERNASA dalam 5 ltr air jadi larutan induk. Setiap 50 cc larutan induk diencerkan 0,5-1 ltr air siramkan per bibit.
(8) Setelah bibit umur 4 bulan semprotan 2 tutup POC NASA per tangki sebulan sekali hingga umur bibit 7-9 bulan dan siap tanam.
     
            Tabel Dosis Pupuk Untuk Bibit Kopi.
UMUR
(bulan)
Gram / meter persegi
UREA
SP-36
KCL
3
5
7
9
12
10
20
30
40
50
5
10
15
20
25
5
10
15
20
25
Catatan : Jenis dan dosis pupuk bisa sesuai dengan anjurkan dinas pertanian setempat. Perhatikan kelembaban tanah agar bibit tidak terkena serangan karat daun.
PENANAMAN
(1) Masukkan pupuk kandang dengan campuran tanah bagian atas saat penanaman bibit.
(2) Usahakan saat tanam sudah memasuki musim hujan.
(3) Lakukan penyiraman tanah setelah tanam
(4) Hindarkan resiko kematian tanaman baru dari gangguan ternak.
SUPERNASA MEMAKSIMALKAN HASIL TANAMAN KOPI POC NASA, HORMONIK, POWERNUTRISI
PENYULAMAN
a. Lakukan penyulaman segera jika tanaman mati atau gejala pertumbuhannya tidak normal
b. Penyulaman dilakukan awal musim hujan

PENYIRAMAN
  Lakukan penyiraman jika tanah kering atau musim kemarau

PEMUPUKAN
a. Pemupukan NPK diberikan dua kali setahun,yaitu awal dan akhir musim hujan
b. Setelah pemupukan sebaiknya disiram.

Jenis dan Dosis Pupuk Makro sesuai table:
Tahun
Gram / meter persegi
UREA
SP-36
KCL
1
2
3
4
5 – 10
> 10
2 X 25
2 X 50
2 X 75
2 X 100
2 X 150
2 X 200
2 X 25
2 X 50
2 X 70
2 X 90
2 X 130
2 X 175
2 X 20
2 X 40
2 X 40
2 X 40
2 X 60
2 X 80
Catatan : Jenis dan Dosis pupuk sesuai dengan jenis tanah atau rekomendasi dinas pertanian setempat.
c. Cara pemupukan dibuat lubang kecil mengelilingi tanaman sejauh 3/4 lebar tajuk, pupuk dimasukan dan ditutup tanah.
d. Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA ( 0-3 tahun) dan POWER NUTRITON ( diatas 3 tahun ) dosis 1 botol untuk ±100 tanaman. 1 botol SUPERNASA / POWER NUTRITION diencerkan dalam 5 ltr ( 5000 ml ) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 5-10 liter air diberi 50 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.
e. Semprotkan POC NASA 3-4 tutup + HORMONIK 1 tutup per tangki setiap 1-2 bulan sekali ( selama masih terjangkau alat semprot ).

PEMANGKASAN
    Lakukan pemangkasan rutin setelah berakhirnya masa panen ( pangkas berat ) untuk mengatur bentuk pertumbuhan, mengurangi cabang tunas air ( wiwilan ), mengurangi penguapan dan bertujuan agar terbentuk bunga, serta perbaikan bagian tanaman yang rusak. Pemangkasan pada awal atau akhir musim hujan setelah pemupukan.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT.
A. HAMA
1. Bubuk buah kopi ( Stephanoderes hampei ) serangan di penyimpanan buah maupun saat masih dikebun . Pencegahan dengan PESTONA atau BVR secara bergantian.

2. Penggerek cabang coklat dan hitam ( Cylobarus morigerus dan Compactus ) menyerang ranting dan cabang. Pencegahan dengan PESTONA.

3. Kutu dompolan ( Pseudococcus citri ) menyerang kuncup bunga, buah muda, ranting dan daun muda, pencegahan gunakan PESTONA, BVR atau PENTANA, + AERO 810 secara bergantian.
SUPERNASA MEMAKSIMALKAN HASIL TANAMAN KOPI POC NASA, HORMONIK, POWERNUTRISI
B. PENYAKIT
1. Penyakit karat daun disebabkan oleh Hemileia vastatrix, pencegahan semprot Natural GLIO + POC NASA

2. Penyakit Jamur Upas disebabkan oleh Corticium salmonicolor : Kurangi kelembaban, kerok dan pencegahan oleskan batang/ranting dengan Natural GLIO + POC NASA.

3. Penyakit akar hitam penyebab Rosellina bunodes dan R. arcuata. Ditandai dengan daun kuning, layu, menggantung dan gugur. Pencegahan sejak awal dengan Natural GLIO yang telah dicampur pupuk kandang matang.

4. Penyakit akar coklat penyebabnya: Fomes lamaoensis atau Phellinus lamaoensis  pencegahan dengan Natural GLIO yang telah dicampur pupuk kandang matang.

5. Penyakit bercak coklat pada daun oleh Cercospora cafeicola Berk et Cooke pencegahan dengan Natural GLIO.

6. Penyakit mati ujung pada ranting. Penyebabnya Rhizoctania . pencegahan sejak awal gunakan Natural GLIO.
Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol pertangki.
PANEN
     Kopi akan berproduksi mulai umur 2,5 tahun jika dirawat dengan baik dan buah telah menunjukkan warna merah yang meliputi sebagian besar tanaman, dan dilakukan bertahap sesuai dengan masa kemasakan buah.

PENGOLAHAN HASIL
      Agar dipersiapkan terlebih dahulu tempat penjemuran, pengupasan kulit dan juga penyimpanan hasil panen agar tidak rusak akibat hama pasca panen. Buah panenan harus segera diproses maksimal 20 jam setelah petik untuk mendapatkan hasil yang baik.
Penyebab Kerusakan Kopi Beras:1. Biji keriput : asal buah masih muda
2. Biji berlubang : kopi terserang bubuk
3. Biji kemerahan : kurang bersih mencucinya
4. Biji pecah : mesin pengupas kurang sempurna, berasal dari buah yang terserang bubuk, pada saat pengupasan dengan mesin kopi terlalu kering.
5. Biji pecah diikuti oleh perubahan warna : mesin penguap dan pemisah kulit dengan biji kurang sempurna, fermentasi pada pengolahan basah kurang sempurna.
6. Biji belang : pengeringan tidak sempurna, terlalu lama disimpan , suhu penyimpanan terlalu lembab
7. Biji pucat : terlalu lama disimpan ditempat lembab.
8. Biji berkulit ari : Pengeringan tidak sempurna atau terlalu lama ,pada pengeringan buatan suhu awal terlalu rendah
9. Biji berwarna kelabu hitam : pada pengeringan buatan suhunya terlalu tinggi
10. Noda-noda cokelat hitam : pada pengeringan buatan, kopi tidak sering diaduk/dibolak-balik.
SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA MENJADI BAGIAN DARI KAMI DISTRIBUTOR PT NATURAL NUSANTARA MARI SUKSES BERSAMA NASA

CINTAILAH PRODUK DALAM NEGERI  MAJULAH PRODUK INDONESIA
MINAT HUBUNGI KAMI LANGSUNG
RINDA / BUDIANTO NASA
N-393316
DISTRIBUTOR RESMI NASA
082334020868 / 085232128980

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SUPERNASA MEMAKSIMALKAN HASIL TANAMAN KOPI POC NASA, HORMONIK, POWERNUTRISI"

Posting Komentar