STOKIST NASA AG- 3046 Info Pemesanan Atau Daftar Member NASA Hubungi Rindra NASA Telf/ SMS / WA : 0823-3402-0868+62-855-7484-4543

JUAL PUPUK UNTUK MENUNJANG GETAH KARET 082135592065

            BUDIDAYA KARET ( Hevea brasilliensis )

I. PENDAHULUAN
Tujuan utama pasaran karet Indonesia adalah ekspor. Dipasaran internasional ( perdagangan bebas ) produk karet Indonesia menghadapi persaingan ketat. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi, dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan ( Aspek K-3 )
II. SYARAT PERTUMBUHAN
a. Suhu udara 24℃- 28 ℃

b.  Curah hujan 1.500 -2.000 mm/tahun

c. Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari

e. Kelembaban tinggi

f. Kondisi tanah subur, dapat meneruskan air dan tidak berpadas

g. Tanah ber-pH 5-6 ( batas toleransi 3-8 ).

h. Kentinggian lahan 200 m dpl
JUAL PUPUK UNTUK MENUNJANG GETAH KARET 082334020868
III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Persemaian Perkecambahan
a. Benih disemai di bedengan dengan lebar 1-1,2 m, panjang sesuai tempat.

b. Diatas bedengan dihamparkan pasir halus setebal 5-7 cm

c. Tebarkan Natural GLIO yang sudah terlebih dulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang ± 1 mg.

d. Bedengan dinaungi jerami/daun-daun setinggi 1 m disisi timur dan 80 cm disisi Barat

e. Benih direndam POC NASA selama 3-6 jam ( 1 tutup/liter air )

f. Benih disemaikan langsung disiram larutan POC NASA 0,5 tutup/liter air

g. Jarak tanam benih 1-2 cm

h. Siram benih secara teratur, dan benih yang normal akan berkecambah pada 10-14 hss dan selanjutnya dipindahkan ketempat persemaian bibit

3.1.2. Persemaian Bibit
a. Tanah dicangkul sedalam 60-70 cm, lalu dihaluskan dan diratakan

b. Buat bedengan setinggi 20 cm dan parit antar bedengan sedalam 50 cm.

c. Benih yang berkecambah ditanam dengan jarak 40x40x60 cm untuk okulasi coklat dan 20x20x60 untuk okulasi hijau.

d. Penyiraman dilakukan secara teratur

e. Pemupukan
PUPUK MAKRO : ( diberikan 3 bulan sekali )
        - GT 1 : 8 gram Urea, 4 gram TSP, 2 gram KCI perpohon
        - LCB 1320: 2,5 gram Urea, 3 gram TSP, 2 gram KCI perpohon
  POC NASA
   2-3 cc/liter air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali.
JUAL PUPUK UNTUK MENUNJANG GETAH KARET 082334020868
3.1.3. Pembuatan Kebun Entres
   a. Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanaman bibit okulasi
   b. Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau polybag
   c. Jarak tanam 1,0m x 1,0m.
   f. Pemupukan
      PUPUK MAKRO: ( diberikan 3 bulan sekali )
      Tahun 1 : 10 gram Urea, 10 gram TSP, 10 gram KCI/pohon
      Tahun II: 15 gram Urea, 15 gram TSP, 15 gram KCI/pohon
     POC NASA
     2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali.

3.1.4. Okulasi
Ada 2 macam okulasi : Okulasi coklat dan okulasi hijau
KETERANGAN
OKULASI COKLAT
OKULASI HIJAU
Umur batang bawang

9 – 18 bulan
3 – 8 bln
Diameter batang 10cm dari tanah

Sekitar 2 cm
1 – 1,5cm
Kayu okulasi
Dari kebun entres, warna hijau tua dan coklat, diameter 1,5 – 3cm

Dari kebun entres umur 1 – 3bln, warna masih hijau atau telah terbentuk 1 – 2 payung

Teknik Okulasi : ( Keduanya sama )
a. Buat jendela okulasi panjang 5-7 cm, lebar 1-2 cm

b. Persiapkan mata okulasi

c. Pisahkan kayu dari kulit ( perisai )

e. Masukkan perisai kedalam jendela

f. Membalut, gunakan pita plastik/rafia tebal 0,04 mm

g. Setelah 3 minggu, balut dibuka, jika pesriasi digores sedikit masih hijau segar, maka okulasi berhasil.

h. Diulangi 1-2 minggu kemudian

i. Bila bibit akan dipindahkan potonglah miring batang bawah  ± 10 cm diatas okulasi

j. Bibit okulasi yang dipindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum mini, dan bibit polybag.
JUAL PUPUK UNTUK MENUNJANG GETAH KARET 082334020868
3.2. Pengolahan Media Tanam
a. Tanah dibongkar dengan cangkul / traktor, dan bersihkan dari sisa akar.

b. Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan > 10 derajat. Lebar teras minimal 1,5 dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.

c. Pembuatan rorak ( kotak kayu panjang ) pada tanah landai. Rorak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Jika sudah penuh isi rorak dituangkan ke areal di sebelah atas rorak.

d. Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras.

3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Penentuan Pola Tanaman
         * 0,3 th tumpangsari dengan padi gogo, jagung, kedele,
         * > 3 th tumpangsari dengan jahe atau kapulogo

3.3.2. Pembuatan Lubang Tanam
         * Jarak tanam 7x3 m ( 476 bibit/ha )
         * Lubang tanam :
             - okulasi stump mini 60x60x60 cm
             - okulasi stump tinggi 80x80x80 cm

3.3.3. Cara Penanaman
a. Masukkan bibit dan plastiknya dalam lubang tanah dan biarkan 2-3 minggu.

b. Buka kantong plastik, tebarkan Natural GLIO yang telah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang ± 1 minggu dan segera timbun dengan tanah galian.

c. Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secara merata ( 1 tutup/lt air perpohon ). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Caranya : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter ( 2000 ml ) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon

3.4. Pemeliharaan Tanaman
a. Penyulaman
   Dilakukan saat tanaman berumur 1-2 tahun.

b. Pemupukan

UMUR (BULAN)
DOSIS PUPUK MAKRO (PER HA)
UREA (KG)
ROCK PHOSPAT (KG)
MOP / KCL (KG)
KIESERITE (MGS04)(KG
0
0
150
0
0
3
60
115
40
40
8
60
115
40
40
12
75
135
50
40
18
75
135
50
40
24
115
300
115
75
36
210
300
115
75
48
235
300
115
75
DST
Sebaiknya di lakukan analisa tanah

Dosis POC NASA mulai awal tanam:
0 – 36
2 – 3 tutup di encerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 4 – 5 bulan sekali

> 36
3 – 4 tutup di encerkan secukupnya dan siramkan pangkal batang setiap 3 – 4 bulan sekali

Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA :
1.     Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut – turut dengan interval 1 – 2bln. Dosis 3 – 4 tutup / pohon
2.      Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3 – 4 bulan sekali. Dosis 3 – 4 tutup / pohon

Catatan : Akan lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk ± 300 tanaman. Cara lihat teknik Penanaman ( point 3.3.3. )

3.5. Hama dan penyakit
3.5.1. Hama
a. Kutu Tanaman ( Planococcus citri )
   Gejala : merusak tanaman dengan mengisap cairan dari pucuk batang dan daun muda. Bagian tanaman yang diisap menjadi kuning dan kering. Pengendalian: Menggunakan BVR atau Pestona.

b. Tungau ( Hermitarsonemus, Paratetranychus )
   Gejala: mengisap cairan daun muda, daun tua, pucuk, sehingga tidak normal dan kerdil, daun berguguran. Pengendalian: Menggunakan BVR dan Pestona.

3.5.2. Penyakit
a. Penyakit pada akar : Akar putih ( Jamur Rigidoporus lignosus ), Akar merah ( Jamur Ganoderma pseudoferrum ), Jamur upas ( Jamur Corticium salmonicolor ),

b. Penyakit pada batang : Kanker bercak ( Jamur Phytophthora palmivora ), Busuk pangkal batang ( Jamur Botrydiplodia theobromae ),

c. Penyakit pada bidang sadap : Kanker garis ( Jamur Phyitophthora palmivora ), Mouldy rot ( Jamur Ceratocystis fimbriata ),

d. Penyakit pada Daun : Embun tepung ( Jamur Oidium heveae ), Penyakit collectorichum ( Jamur Coletotrichum gloeosporoides ), Penyakit Phytophthora ( Jamur Phytophthora botriosa )
Pengendalian dan Pencegahan Penyakit karena jamur :
* Menanam bibit sehat dan dari klon resisten.
* Pemupukan lengkap dan seimbang ( makro-mikro ) dengan jenis pupuk, dosis dan waktu yang tepat.
* Taburkan Natural GLIO sebelum atau pada saat tanam sanitasi kebun
* Pemangkasan tanaman penutup yang terlalu lebat
* Bagian yang terserang segera dimusnahkan
* Penyadapan tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dekat tanah
* Pisau sadap steril
* Khusus penyakit embun tepung, daun digugurkan lebih awal dan segera dipupuk nitrogen dengan dosis dua kali lipat dan semprot POC NASA 3-5 tutup/tangki.
Catatan: Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata  AERO 810, dosis  ± 5 ml ( 1/2 tutup )/tangki. Penyemprotan herbisida ( untuk gulma ) agar lebih efektif dan efisien dapat dicampur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml ( 1/2 tutup )/tangki.
3.6. Panen
 a. Penyadapan pada umur ± 5 tahun, dan dapat dilakukan selama 25-35 tahun.
 b. Pemakaian POC NASA, HORMONIK dan SUPERNASA secara teratur akan mempercepat waktu penyadapan pertama kali dan memperlama usia produksi tanaman.


CINTAILAH PRODUK DALAM NEGERI  MAJULAH PRODUK INDONESIA
MINAT HUBUNGI KAMI LANGSUNG
RINDA / BUDIANTO NASA
STOKIST NASA AG.3046
DISTRIBUTOR RESMI NASA
082135592065 / 085232128980

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "JUAL PUPUK UNTUK MENUNJANG GETAH KARET 082135592065"

Posting Komentar